Skip to content

Sebelum Mulai ​

Dibaca dulu ya sampai tamat, biar nggak tersesat. Nggak ribet kok, cuma beberapa catatan biar akun kamu aman dan nggak ada yang saling ngerugiin.

Jangan Dipakai Aneh-Aneh, Ya? ​

Zate dibikin buat bantu sesama developer. Gratis, terbuka, dan niatnya baik. Jadi tolong banget:

Jangan

  • Dipakai buat spam, apalagi ke orang yang nggak kenal kamu.
  • Nyebar hoaks, penipuan, atau konten yang bikin orang tua geleng-geleng kepala.
  • Brute force, atau nembak API pakai bot 100 thread sambil nyeruput kopi seolah dunia milik sendiri.

Silakan banget

  • Bot dan notifikasi buat pengguna aplikasi kamu sendiri.
  • Kirim OTP dan kode verifikasi.
  • Auto-reply dan customer service lewat webhook.
  • Eksperimen, belajar, atau iseng-iseng ngoprek.

Kalau kamu abuse sistem ini, ya... bisa jadi akses kamu kita matiin tanpa peringatan. Sedih kan? Kita juga sedih. Jadi mending nggak usah aneh-aneh.

Jaga Akun Kamu Juga ​

Zate login sebagai perangkat tertaut, jadi semua pesan dikirim atas nama akun Telegram kamu sendiri. Artinya, aturan main Telegram tetap berlaku, dan Telegram cukup galak soal spam:

  • Kirim pesan ke banyak orang yang nggak kenal kamu dalam waktu singkat bisa bikin akun kamu dibatasi: kamu cuma boleh chat ke kontak sendiri sampai batasannya dicabut. Status akunmu bisa dicek lewat @SpamBot.
  • Akun yang baru dibikin biasanya dibatasi lebih ketat. Kalau bisa, pakai akun yang udah lama aktif.
  • Kasih jeda antarpesan, apalagi kalau lagi kirim ke banyak orang.
  • Kalau cuma buat eksperimen, pakai akun cadangan aja, jangan akun utama.

Biar lebih manusiawi

Panggil Kirim Typing beberapa detik sebelum Kirim Pesan. Penerima bakal lihat "mengetik..." dulu, persis kayak manusia beneran.

Jaga Kunci Sesi Kamu ​

id dan session-id itu ibarat kunci gerobak. Siapa pun yang pegang dua nilai itu bisa kirim pesan pakai akun kamu, baca grup dan channel kamu, bahkan ganti URL webhook biar pesan masuk kamu nyasar ke server dia. Jadi:

  • Simpan di server (env var atau secret manager), jangan ditaruh di kode frontend atau aplikasi mobile.
  • Jangan ikut ke-commit ke repo Git publik.
  • Kalau sampai bocor, langsung Hapus Session terus bikin sesi baru. Bisa juga keluarin perangkat Zate dari Settings → Devices di Telegram.

Data Apa Aja yang Disimpan? ​

Biar transparan, ini yang disimpan Zate selama sesi kamu masih ada, dan yang nggak:

Nggak disimpan

  • Isi pesan, baik yang kamu kirim maupun yang kamu terima. Pesan masuk cuma diterusin ke webhook kamu.
  • Media dari URL. File-nya cuma diunduh sementara buat dikirim, terus langsung dihapus.

Disimpan selama sesi ada

  • Info sesi: ID user Telegram, nama, username, nomor, foto profil kecil, dan status koneksi.
  • Kunci login Telegram, biar kamu nggak perlu scan QR ulang tiap kali server restart.
  • URL dan token webhook, plus posisi update terakhir biar pesan yang kelewat bisa disusulin.
  • Potongan media yang dibuka lewat link media, maksimal 1 jam sejak terakhir dibuka.

Kalau kamu hapus sesi, semua data yang disimpan tadi ikut dihapus dan perangkat Zate di Telegram kamu otomatis keluar.

Kita Sama-Sama Manusia ​

Zate bukan layanan enterprise yang punya support 24/7 dengan suara call center yang halus. Tapi di balik semua ini, ada manusia yang pengen bantu semampunya.

Jadi kalau ketemu bug, error, atau kamu bingung, kirim pesan baik-baik ke [email protected]. Pasti dibantu semampunya.


Kalau semua ini udah oke, lanjut ke Quick Start, tanpa perasaan bersalah dan tanpa ancaman throttling dadakan. 🚀